Saturday, June 6, 2015

Pendidikan Indonesia Kontemporer

PKMFT PART 1

Sambutan pertama dari ketua pelaksana, Bang Andri Sutomo yang isinya tentang bagaimana kita harus meluruskan niat kita untuk mengikuti PKMF kali ini. Tujuannya adalah untuk memantaskan diri. Selanjutnya ada ice breaking yakni permainan yang mesti fokus dan dapat multi tasking. Ibaratnya dalam kehidupan bisa berkontribusi di kegiatan intra dan ekstra kampus tetapi tetap berprestasi di bidang akademik.

Sambutan kedua dari ketua BEMFT kita, Bang Fajrianto yang berpesan bahwa PKMFT ini merupakan suatu runtutan sebelum mencapai runtutan akhir yang pertama, harapan besar kader-kader PKMFT bisa lanjut ke BEMFT nanti. Kedua, PKMFT ini jangan dijadikan ajang formalitas, tapi bagaimana dapat memberikan pengaruh bagi mahasiswa untuk dapat menjadi pemimpin yang solutif. Ketiga, jangan mengikuti acara ini karena mencari nilai, jika niat kita karena itu maka point keikhlasan tidak ada tapi harus benar-benar tulus sebagai peserta. Keempat, harus profesional, jangan karena temen kita,sahabat kita, atau saudara kita tanf menjadi panitia kita menganggap remeh. Lalu yang kelima kita akan mendapatkan pengalaman, jangan lupa juga untuk mengerjakan tugas tugas. Bagaimana kita dapat memanajemen waktu antara kuliah dan tugas PKMFT, jangan sampai ada alasan klasik Berikan kesan terbaik.

“PKMFT bukan segala-galanya, tapi PKMFT langkah awal untuk menjadi orang besar karena sejatinya guru terbaik dalam hidup adalah pengalaman”

Sambutan ketiga dari Ibu Tuti selaku pembantu dekan 3. Ibu mengatakan bahwa salah satu program yang dicanangkan BEMFT setiap tahun adalah pelatihan kepemimpinan fakultas. Jadi, tahun ini sedang digarap, dilatih untuk menjadi seorang pemimpin. Baik itu ditingkat universitas, fakultas maupun jurusan. Oleh karena itu, ibu telah berpesan kepada bang fajri selaku ketua BEMFT untuk memberikan materi-materi yang sangat berbobot untuk menjadikan peserta seorang pemimpin. Beliau berpesan bahwa peserta harus kritis, yakni keaktifan dalam bertanya lalu pupuk diri kita untuk dapat menjadi pemimpin minimal pemimpin bagi diri kita sendiri, ikuti keinginan untuk menggapai cita cita, lawan rasa bosen, dan tingkatkan potensi yang kita miliki. Ibu juga menyuruh kita untuk memperhatikan materi yang akan dibawakan oleh Pak Yusro nanti. Ibu juga berpesan jika ada hal hal anarki diluar kegiatan harap melapor kepadanya karena akan digantung di pohon yang paling tinggi :D

Selanjutnya adalah materi oleh Bapak Muhammad Yusro tentang ‘’Pendidikan Indonesia Komtemporer”

Beliau mengatakan bahwa tugas mahasiswa bukan hanya belajar di kampus tetapi selain itu kita juga harus mengasah diri dengan organisasi, mengasah diri dengan kesibukan ilmiah
Bukan mahasiswa teknik namanya kalo tidak pernah ikut kompetisi ilmiah
Bukan mahasiswa teknik UNJ jika malu bersaing dengan mahasiswa lain
Beliau mengatakan bahwa kita harus menjadi contoh untuk adik-adik nanti yang baru masuk tahun ini. Mahasiswa teknik harus mempunyai prestasi akademik yang baik karena kita adalah calon calon pemimpin.
Selanjutnya beliau mengawali dengan potret negeri kita tentang keprihatinan pendidikan indonesia yang dipaparkan oleh Prof. Anis Baswedan, selaku mentri pada bulan desember 2014
Apa yang terjadi pada pendidikan kita? Beliau mengatakan Pendidikan Indonesia gawat darurat
1.       75% sekolah di indonesia tidak memenuhi standar layanan minimal pendidikan
*pemetaan kemendikbud terhadap 40.000 sekolah pada tahun 2012
2.       44,5% nilai rata-rata uji kompetensi guru standar yang diharapkan 70
3.       40, posisi indonesia dari 40 negara pada pemetaan the learning curve-person
4.       49, peringkat indonesia dari 50 negara pada pemetaan mutu pendidikan tinggi
5.       40, peringkat indonesia dari 42 negara pada pemetaan TIMSS bidang literasi sains 2011
Math 38/42, science 40/42, reading 41/45
7.       0,001 minat baca Indonesia UNESCO 2012
*1 dari 1000 orang indonesia yang punya minat baca serius
8.       Kekerasan fisik, psikis dan seksual di dalam dan luar sekolah

Selain kekurangan diatas, ternyata indonesia memiliki kelebihan pula di tingkat semakin meningkatnya peserta didik dari tahun ke tahun dan lembaga lembaga pendidikan yang makin banyak tersebar di Indonesia.

o   Belajar dari pengalaman negara maju seperti Jerman, Inggris, Perancis, Usa,serta negara-negara industri baru seperti Korea selatan dan taiwan : pertumbuhan mereka sebagian besar didukung oleh Sumber Daya Manusia yang berkualitas tinggi
o   Menurut salah satu tokoh yakni Buya Hamka mengatakan :
“banyak guru,dokter, hakim, insinyur, banyak orang yang bukunya satu gudang dan diplomanya segulung besar, tiba dalam masyarakat menjadi “mati”, sebab ia bukan orang masyarakat. Hidupnya hanya mementingkan dirinya sendiri. Pribadinya tidak kuat karena bergerak bukan karena dorongan jiwa dan akal”

Maka inilah perilaku perilaku insan PT Kelas Dunia
1.       Disiplin dan tepat waktu
2.       Peduli dan cepat tanggap
3.       Profesional
4.       Berbagi ilmu
5.       Berintegritas
6.       Pekerja tim
7.       Sadar lingkungan
8.       Pemimpin yang baik
9.       Pekerja keras
10.   Berpenampilan baik
11.   Selalu berpikir positif
12.   Hemat


Kesimpulan yang dapat diambil dari materi diatas yakni :
1.       Kita harus belajar dengan baik dikampus.
2.       Mentaati aturan aturan kampus maupun akademik
-          Saat uts, mengikuti
-          Saat uas, mengikuti
-          Mengerjakan tugas

Agar terbiasa menjadi orang-orang yang memiliki komitmen tinggi dan profesional kita harus mampu mengatur waktu. Utamakan prioritas. Dan perlu di ingat bahwa Jangan menomorduakan kuliah, bagaimana pun seorang mahasiswa harus mampu memiliki IP yang baik walaupun aktif di organisasi.

Jakarta,6 Juni 2015

Saturday, May 23, 2015

Membentuk Pemimpin religius,berpikir dan bertindak solutif

            Manusia adalah makluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri. Dalam sebuah kumpulan pun pasti ada seseorang yang menjadi seorang pemimpin dan yang lainnya dipimpin. Tidak mungkin dalam sebuah golongan tertentu pemimpin banyak dengan yang dipimpin sedikit atau tidak terdapat seorang pemimpin. Walau dalam keadaan sendiri, manusia harus bisa memimpin dirinya. Menghadirkan pengaruh positif mewarnai dirinya sendiri. Walau belum dapat mewarnai orang lain dengan hal-hal baik. Maka itu, bagaimana membentuk sosok pemimpin kompeten yang memiliki hubungan erat bukan saja dengan tuhannya tapi juga dengan sesama manusia.

            Dalam memimpin seseorang tidak hanya saja harus memiliki kepribadian religius, tetapi harus juga memiliki pemikiran dan tindakan solutif yakni keoptimisan. Jika harapan itu tidak ada, dia yang harus menemukan, menumbuhkan dan menularkannya. Tanpa harapan, mustahil seseorang bisa berpikir mencari jalan keluar. Lalu harus menumbuhkan rasa kepercayaan dengan yang dipimpinnya. Dengan kepercayaan itu, seorang pemimpin dapat memberdayakan orang orang yang hebat dan membangun kehebatan di dalam kelompoknya. Pemimpin juga harus memiliki sikap berani, tanggung jawab serta mau bekerja keras, dan memiliki komitmen tinggi. Pada hakikatnya kita semua adalah pemimpin. Pemimpin diri kita sendiri. Bagaimana kita harus dapat memiliki karakter itu semua agar bisa menyeimbangkan kehidupan duniawi dan bekal untuk di akhirat kelak.

           Dalam agama islam, sudah selayaknya kita meniru suri tauladan Rasulullah terutama karen 4 sifatnya yang paling dikenal yakni shidiq (jujur),amanah (dapat dipercaya),fathonah (cerdas) serta tablig (menyampaikan). Inilah sifat-sifat mulia yang sudah selayaknya kita tiru.

Pertanyaannya, 
1. Bagaimana kita dapat membentuk jiwa yang kreatif? 
 Ketua BEMFT UNJ 2013 Bang Bowo mengatakan,"kita harus memulai dari 0, rekam jejak para pendahulu kita lalu coba kita maksimalkan. Lalu kita meluruskan niat dan mengembangkan pola pikir yakni memperbanyak baca, berdiskusi dan komunikasi dengan banyak orang. 
Ketua BEMFT UNJ 2014, Bang Irvandi mengatakan, " Kita harus mulai mengeksekusi ide-ide positif dan menggerakkan banyak orang (massa) untuk merealisasikannya.

2. Bagaimana menghasilkan kader-kader yang mampu berfikir BIRU (berkarakter, intelektual, religius,unggul)?
Ketua BEMFT UNJ 2013 Bang Bowo mengatakan," Jujur, saya tipe orang yang cuek, tidak pernah mengkhususkan orang. Karena hakikatnya semua orang memiliki potensi masing-masing." Bisa karena terbiasa, mungkin itu maksud dari perkataan bang bowo yang suka langsung menunjuk seseorang secara tiba-tiba ketika ada suatu agenda dan mendadak harus ada yang menggantikan.
Ketua BEMFT UNJ 2014, Bang Irvandi mengatakan, " Kita harus dapat menjerumuskan orang, artinya kita harus dapat mewarnai orang lain. Fokus. Dan jangan pernah berada di zona nyaman. Jika kita merasa nyaman akan suatu zona, kita harus buru-buru melakukan hal baru. Jangan sampai di usia muda kita berbuat kerusakan bahkan melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain."

Dari pernyataan diatas dapat ditarik 3 kata untuk kesimpulan "BERGERAK ATAU TERGANTIKAN!!"

Maka dari itu kawan mari kita meningkatkan kualitas diri, bawa pengaruh positif di lingkungan sekitarmu dengan berbekal MORAL DAN INTELEKTUAL :) 




Jakarta, 23 Mei 2015