Saturday, May 23, 2015

Membentuk Pemimpin religius,berpikir dan bertindak solutif

            Manusia adalah makluk sosial yang tidak dapat berdiri sendiri. Dalam sebuah kumpulan pun pasti ada seseorang yang menjadi seorang pemimpin dan yang lainnya dipimpin. Tidak mungkin dalam sebuah golongan tertentu pemimpin banyak dengan yang dipimpin sedikit atau tidak terdapat seorang pemimpin. Walau dalam keadaan sendiri, manusia harus bisa memimpin dirinya. Menghadirkan pengaruh positif mewarnai dirinya sendiri. Walau belum dapat mewarnai orang lain dengan hal-hal baik. Maka itu, bagaimana membentuk sosok pemimpin kompeten yang memiliki hubungan erat bukan saja dengan tuhannya tapi juga dengan sesama manusia.

            Dalam memimpin seseorang tidak hanya saja harus memiliki kepribadian religius, tetapi harus juga memiliki pemikiran dan tindakan solutif yakni keoptimisan. Jika harapan itu tidak ada, dia yang harus menemukan, menumbuhkan dan menularkannya. Tanpa harapan, mustahil seseorang bisa berpikir mencari jalan keluar. Lalu harus menumbuhkan rasa kepercayaan dengan yang dipimpinnya. Dengan kepercayaan itu, seorang pemimpin dapat memberdayakan orang orang yang hebat dan membangun kehebatan di dalam kelompoknya. Pemimpin juga harus memiliki sikap berani, tanggung jawab serta mau bekerja keras, dan memiliki komitmen tinggi. Pada hakikatnya kita semua adalah pemimpin. Pemimpin diri kita sendiri. Bagaimana kita harus dapat memiliki karakter itu semua agar bisa menyeimbangkan kehidupan duniawi dan bekal untuk di akhirat kelak.

           Dalam agama islam, sudah selayaknya kita meniru suri tauladan Rasulullah terutama karen 4 sifatnya yang paling dikenal yakni shidiq (jujur),amanah (dapat dipercaya),fathonah (cerdas) serta tablig (menyampaikan). Inilah sifat-sifat mulia yang sudah selayaknya kita tiru.

Pertanyaannya, 
1. Bagaimana kita dapat membentuk jiwa yang kreatif? 
 Ketua BEMFT UNJ 2013 Bang Bowo mengatakan,"kita harus memulai dari 0, rekam jejak para pendahulu kita lalu coba kita maksimalkan. Lalu kita meluruskan niat dan mengembangkan pola pikir yakni memperbanyak baca, berdiskusi dan komunikasi dengan banyak orang. 
Ketua BEMFT UNJ 2014, Bang Irvandi mengatakan, " Kita harus mulai mengeksekusi ide-ide positif dan menggerakkan banyak orang (massa) untuk merealisasikannya.

2. Bagaimana menghasilkan kader-kader yang mampu berfikir BIRU (berkarakter, intelektual, religius,unggul)?
Ketua BEMFT UNJ 2013 Bang Bowo mengatakan," Jujur, saya tipe orang yang cuek, tidak pernah mengkhususkan orang. Karena hakikatnya semua orang memiliki potensi masing-masing." Bisa karena terbiasa, mungkin itu maksud dari perkataan bang bowo yang suka langsung menunjuk seseorang secara tiba-tiba ketika ada suatu agenda dan mendadak harus ada yang menggantikan.
Ketua BEMFT UNJ 2014, Bang Irvandi mengatakan, " Kita harus dapat menjerumuskan orang, artinya kita harus dapat mewarnai orang lain. Fokus. Dan jangan pernah berada di zona nyaman. Jika kita merasa nyaman akan suatu zona, kita harus buru-buru melakukan hal baru. Jangan sampai di usia muda kita berbuat kerusakan bahkan melakukan tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain."

Dari pernyataan diatas dapat ditarik 3 kata untuk kesimpulan "BERGERAK ATAU TERGANTIKAN!!"

Maka dari itu kawan mari kita meningkatkan kualitas diri, bawa pengaruh positif di lingkungan sekitarmu dengan berbekal MORAL DAN INTELEKTUAL :) 




Jakarta, 23 Mei 2015